Thursday, October 10, 2013

4 Teknologi Yang Diprediksi Akan Punah

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Satu dekade lalu, kehadiran ponsel berlayar kecil yang dapat menampilkan nama penelepon di layar dianggap sebagai inovasi yang besar. Tapi sekarang, teknologi ponsel jauh lebih berkembang dengan beragam fitur inovatif.
PC desktop yang dulunya dianggap barang mewah bahkan sekarang mulai punah. Tren perangkat PC kini sudah bergeser ke arah tablet ataupun notebook ultrathin. Ini wajar karena dunia teknologi terus berevolusi.
Namun beberapa teknologi yang masih kita gunakan saat ini diprediksi tidak akan lama lagi akan punah karena tak lagi dibutuhkan atau dipakai banyak orang. Berikut beberapa Teknologi yang akan punah yang saya kutip dari beberapa sumber.
  1. Sistem Operasi Windows
    4 Teknologi Yang Diprediksi Akan Punah
    Sistem operasi Windows bagaimanapun merupakan platform PC yang paling banyak digunakan di dunia selama hampir dua dekade. Namun saat anak-anak yang lahir di jaman sekarang sudah tumbuh dewasa, OS Windows perlahan akan punah atau setidaknya tidak akan seperti sekarang.
    Microsoft memang telah berencana sistem operasi Windows versi lama dan menggantinya dengan sistem operasi Windows yang lebih baru dengan membuat tampilan Metro UI sebagai default screen di Windows 8.
  2. Hard Drive
    4 Teknologi Yang Diprediksi Akan Punah
    Dulu awalnya kaset digunakan untuk menyimpan data. Kemudian muncul disket dan IDE (Integrated Drive Electronics) hard drive kecil. Nah, PC generasi terbaru diprediksi akan dilengkapi sebuah zip drive dan kaset untuk backup di dalamnya.
    Praktek kuno menyimpan data pada piringan magnetik berputar nantinya akan hilang. Kehadiran Solid State Drives (SSD) yang jauh lebih cepat daripada hard drive dan juga lebih tahan lama akan mematikan fungsi hard drive. Meskipun harganya lebih mahal, namun dalam beberapa tahun ke depan SSD diperkirakan akan ada dimana-mana, sama seperti ponsel.
  3. Bioskop
    4 Teknologi Yang Diprediksi Akan Punah
    Ada ramalan yang menyebutkan bioskop akan punah sejak munculnya teknologi televisi. Ramalan itu tampaknya akan terjadi. Televisi HD kini sudah menjadi mainstream, apalagi perlengkapan 3D makin terjangkau. Atas dasar itulah memiliki home theater sendiri dianggap lebih menguntungkan sebagai alat hiburan.
    Apalagi rumah produksi dan mitra TV kabel ada yang merilis beberapa film baru untuk dilihat secara on-demand pada hari yang sama saat debut film tersebut di bioskop. Menonton film di rumah sudah menjadi sebuah tren. Penonton tak perlu lagi bermacet-macet ria di jalan dan mengeluarkan uang untuk menonton film. Semua teknologi tersebut dan teknologi baru lainnya nanti diperkirakan akan menjadikan bioskop segera ditinggalkan.
  4. Mouse dan Remote Control
    4 Teknologi Yang Diprediksi Akan Punah 
    Meskipun touch pad dan mouse belum akan langsung punah, secara bertahap perangkat tersebut akan memudar. Fungsi remote control akan tergantikan fungsinya oleh smartphone. Smartphone kelak akan dilengkapi fitur untuk mengontrol televisi atau dengan kombinasi gerak tubuh dan perintah suara untuk mengubah channel siaran TV. Demikian pula dengan fungsi mouse.

Wednesday, October 9, 2013

Google Dorong Industri Kreatif Tanah Air

Google Dorong Industri Kreatif Tanah Air
Google Dorong Industri Kreatif Tanah Air
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Google Developer Group (GDG) Jakarta menyelenggarakan event GDG DevFest Jakarta 2013. DevFest adalah seminar yang membahas mengenai pengembangan teknologi menggunakan platform Google.

Peserta yang berasal dari developer muda, kalangan mahasiwa atau profesional diundang hadir di acara GDG DevFest Jakarta 2013. Menurut Putri Izzati, Co-Manager GDG Jakarta, Rabu (9/10/2013), perhelatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagaimana developer muda membangun kerjasama, membuat tim yang solid untuk bisa menghasilkan aplikasi yang baik dan mendapatkan keuntungan dari kolaborasi tersebut.

Putri mengungkapkan, terdapat tiga komunitas, antara lain Google Business Group (GBG) dan Google Developer Group (GDG) serta Google Student Ambassador.  "Event pada hari ini, sudah yang ketiga kalinya sejak 2011. Dev Fest merayakan teknologi Google, kita ngomongin teknik serta (membangun jiwa) entrepreneur," kata Putri.

Ia mengatakan, sekira 400 peserta memadati ruang Auditorium di gedung Indosat, Jakarta. Acara digelar selama dua hari, mulai 8 dan 9 Oktober 2013. Khusus 8 Oktober, membahas tentang segi bisnis oleh Google Business Group (GBG), sementara hari ini mengungkap hal yang berkaitan dengan tim developer, bagaimana membangun start-up, serta me-monetize (menghasilkan uang).

Acara ini juga digelar di beberapa kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Semarang serta Surabaya. "Kita sharing, (salah satunya) belajar mengenai HTML 5, kita belajar bagaimana para developer sustain dengan bisnis aplikasi mereka," tutur Putri.

Ia mengatakan, developer tidak bisa bekerja sendiri, harus ada desainer, orang yang memasarkan. "Kebanyakan developer di Indonesia kurang kolaborasi dengan komunitas lain," ungkapnya. Namun demikian, ia tidak meragukan bahwa kemampuan developer muda tanah air juga mampu berkompetisi dengan developer yang sudah profesional.

"Developer Indonesia Jago. Harus ada tujuan untuk bikin aplikasi. Kita dorong mereka, kita meet up (ketemuan) bareng. Ngomongin (tentang) bikin aplikasi yang berkesinambungan.

Para 'Googler', sebutan bagi karyawan Google pun akan hadir sebagai pembicara, di antaranya Henky Prihatna, Head of Industry, Google Indonesia, Vishnu Mahmud, Head of Communications, Google Indonesia, Niken Sasmaya, OPG Account Manager for Indonesia, Google South East Asia. Selain itu, Jonathan Kairupan, Program Manager (Emerging Markets), Google Indonesia, Carlo Gandasubrata, Industry Analyst, Google Indonesia, Prami Rachmiadi, Country Agency Lead, Google Indonesia; dan Pepita Gunawan, Edu Lead for Google Apps Support Programs in Indonesia, Google.

Acara tahunan terbesar ini bertajuk “The Era of Collaboration”. Menurut Yansen Kamto, Country Champion, Google Business Group Indonesia, “Talenta-talenta Indonesia yang memiliki potensi luar biasa ini harus ingat untuk berkolaborasi antara satu dengan lainnya.

"Kami ingin mendorong pebisnis untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pengembang aplikasi hingga mahasiswa.  Kolaborasi adalah salah satu cara terbaik untuk menciptakan inovasi yang dapat memajukan negeri," jelasnya.

Event ini juga akan menghadirkan para praktisi di industri teknologi dan digital sebagai pembicara, yang akan membahas mengenai Android, HTML5, serta berbagai API (Application Program Interface) Google. Beberapa di antaranya adalah Chelle Gray, Developer Relations, Google South East Asia; Oon Arfiandwi, CTO, 7Langit; Dien Wong, CEO, Altermyth; serta Yohan Totting, Founder ThinkRooms sekaligus inisiator Forum Web Anak Bandung (FOWAB).

Tuesday, October 8, 2013

Layar Fleksibel Samsung Lebih Canggih dari LG

Layar Fleksibel Samsung Lebih Canggih dari LG
Layar Fleksibel Samsung Lebih Canggih dari LG
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Layar fleksibel besutan Samsung yang baru diumumkan produksi massalnya ternyata jauh lebih tipis dan lebih ringan dari LG.

Samsung mengeluarkan pengumuman hanya beberapa saat setelah LG mengumumkan layar fleksibel besutannya.

Namun mengambil langkah lebih jauh dari rival senegaranya itu, Samsung akan merilis produk komersial yang dilengkapi layar tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Samsung bukan hanya menyalip LG dalam proses manufaktur perangkatnya, tetapi juga spesifikasi dari layar.

Meski berukuran sedikit lebih kecil yakni 5,7 inci, tetapi ketebalannya hanya 0,12 milimeter saja, hampir empat kali lipat lebih tipis dari layar fleksibel LG yang memiliki ketebalan 0,44 milimeter.

Layar Samsung juga lebih ringan dengan berat hanya 5,2 gram saja. Bandingkan dengan layar fleksibel LG yang memiliki ketebalan 7,2 milimeter dan berukuran 6 inci.

Menurut AndroidAuthority, layar fleksibel LG juga hanya dapat menekuk dengan radius lingkaran sekitar 700 milimeter, sementara layar fleksibel Samsung dapat menekuk hingga radius 400 milimeter.

Dalam hal ini, radius yang lebih rendah mengartikan layar tersebut dapat melengkung lebih jauh.

Perkembangan terakhir mengungkap bahwa smartphone layar fleksibel yang akan diumumkan Samsung dalam waktu dekat tersebut akan bernama Galaxy Round.

Google Siapkan Teknologi Sensor Gerak Mobil

Google Siapkan Teknologi Sensor Gerak Mobil
Google Siapkan Teknologi Sensor Gerak Mobil

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Google meneruskan konsep teknologi sensor atau kontrol gerak ke dalam kabin mobil, menyusul kehadiran di smartphone. Sebuah paten baru Google yang terungkap menyebutkan rencana Google membawa teknologi yang dapat mengenali gerakan tubuh yang akan bekerja dengan sistem elektronik di mobil.

LeftLaneNews melansir, sistem usulan Google itu akan bergantung pada pemindai laser dan kamera di plafon mobil. Sistem ini dapat digunakan misalnya untuk menaikkan dan menurunkan jendela mobil hanya dengan mengerakkan tangan.

Selain itu, sistemnya juga bisa digunakan untuk mengontrol suhu dan ventilasi mobil, wiper, cruise control hingga fungsi radio.

Paten ini juga sejalan langkah pengakuisisian yang dilakukan Google pada sebuah perusahaan yang mengembangkan teknologi gestur tubuh.

Google akan menyempurnakan sistem ini terlebih dahulu sebelum merilisnya ke publik.

Sunday, October 6, 2013

Apple Siapakan iPhone Layar 5inci

Apple Siapakan iPhone Layar 5inci
Apple Siapakan iPhone Layar 5inci

TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Hampir dipastikan, toko Apple akan didominasi iPhone 5S, 5C, iPad Mini 2 dan iPad 5 hingga akhir tahun nanti. Namun perangkat apa yang akan mengisi rak di toko Apple di tahun depan?

Kabar yang beredar baru-baru ini mengungkapkan bahwa Apple akan memperiapkan iPhone dengan layar yang lebih besar, yaitu sekitar 5inci, seperti yang dilansir Phone Arena (4/10).

Sebelumnya, memang sudah beredar kabar bahwa Apple kemungkinan tengah bekerja untuk perangkat iPhone dengan layar lebar antara 5inci hingga 6inci.

Meski begitu, mungkin ini agak sedikit mustahil. Sebab dalam pernyataan sebuah analais ternama, Ming-Chi Kuo dari KGI Securities, mengungkapkan bahwa layar besar untuk iPhone itu jauh dari kenyataan.

Namun itu hanya sebatas analsis dan belum tentu benar. Bisa saja Appel benar-benar akan mengembangkan perangkat iPhone denga layar yang lebih besar, bahkan lebih besar dari iPad.

Tampilan iOS7 Membuat Pengguna Pusing

Tampilan iOS7 Membuat Pengguna Pusing
Tampilan iOS7 Membuat Pengguna Pusing
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Sistem operasi keluaran Apple terbaru, iOS7, baru saja diluncurkan minggu lalu. Setelah peluncuranya, berbagai komentar timbul mengenai penggunaan sistem operasi ini. Salah satu fitur terbaru dari iOS7 ini adalah transisi berbentuk animasi pada layar dari tampilan utama ke aplikasi lainnya.

Terlihat memang inovasi baru bagi Apple, tapi hal ini menuai komentar negatif dari penggunanya. Transisi tersebut ternyata membuat pengguna merasa pusing hingga mual saat melihat layar.

"Saya sedang mencoba iOS7 di ponsel pacar saya dan saya merasa mual," kata Michelle Barna kepada ABC News, Kamis, 26 September 2013. "Saya sebenarnya penggemar Apple, tapi hal ini membuat saya ragu untuk meng-update iOS7 untuk ponsel saya."

Ternyata, Barna bukan satu-satunya pengguna yang merasakan hal tersebut. Seorang pengguna lain menuliskan keluhannya ke situs Apple forum yang menarik komentar banyak pengguna lain.

"Ini (transisi iOS7) menyakitkan mata saya dan membuat saya pusing. Sangat menggangu sekali, kita tak bisa men-downgrade-nya," tulis salah satu pengguna. Tulisan itu dibalas lagi oleh pengguna yang lain, "Saya seperti terserang vertigo ketika menggunakan iPad dengan iOS7.  Saya amat tidak senang. Ini adalah transisi aplikasi yang tidak nyaman."

Charles Oman, mantan Direktur Sensormotor dari Tim Penelitian Adaptasi untuk NASA mengatakan, animasi iOS7 mungkin saja jadi penyebab pada rasa sakit secara fisik. Tapi ia mengatakan hal itu bukan sepenuhnya salah animasi pada layar.

"Mual dapat dipicu oleh bau yang spesifik atau penglihatan," kata Oman. "Butuh beberapa menit untuk menstimulasi penglihatan yang membuat rasa mual. Hal ini mungkin saja jika Anda melihat layar studio IMAX yang besar. Tapi saya kurang percaya jika bisa terjadi juga pada layar yang lebih kecil."

Sistem operasi baru iOS7 memang menggunakan sistem paralaks yang memungkinkan pengguna beralih dari tampilan layar dengan cepat. Tujuannya ingin membuat tampilan lebih dinamis, Apple malah membuat pengguna iOS7 merasa pusing.